Langsung ke konten utama

“BERSYUKUR SUSAH”

Jaman sekarang banyak sekali orang yang gak bersyukur. Taunya ngeluh, taunya komentar. “Lu idupnya seneng sih. Keluarga lu berkecukupan sih. Dari lahir lu udah kaya sih. Lu banyak duit sih. Lu gak pernah hidup susah sih”. -____- Pasti kalian pernah denger ucapan seperti ini. Ya, saya pun juga sering mendengar perkataan seperti itu, bahkan terkadang saya pun tanpa sengaja pernah berkata seperti itu.  

Temen-temen tau gak sih kenapa orang-orang masih banyak yang ngomong seperti itu? Kenapa sih kita banyak berkomentar? Kenapa sih kita selalu melihat orang lain lebih dari kita? Jawabannya karena kita kurang bersyukur. Akibatnya, kita jadi iri hati. Selalu merasa kurang dengan apa yang kita punya. Pernah dengar kan pepatah “rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri”? Nah, kita hanya tau melihat hasilnya saja, tanpa tau bagaimana proses rumput itu bisa terlihat lebih hijau daripada punya kita.



Lanjut, ditambah lagi dengan keberadaan medsos yang merupakan ajang pamer sana sini, bertambahlah orang-orang seperti itu. Gak ada medsos aja kita masih iri hati, apalagi ada medsos. Bener gak? Kalian ngerasain kan kalau terkadang kalian iri dengan postingan orang lain? Liat snapgram orang travelling iri, liat orang beli iphone baru iri, liat orang kuliah di luar negeri iri, liat youtuber unboxing barang mahal iri, liat orang kurus iri, liat orang baru nikah iri (hemm, proyeksi :D). Ya meskipun hanya sedikit, tapi iri kan? Haha. Saya pun juga terkadang seperti itu. Tapi tidak seharusnya kita menjadikan keirian itu menjadi hal yang negatif. Kok bisa? Bisa dong.

Nah bagaimana agar iri bisa menjadi sesuatu hal yang positif? Pertama, kita  harus bersyukur dulu (bukannya menggurui ya, hanya berbagi hal yang positif). Kita harus bisa melihat kembali apa yang sudah kita dapatkan, apa yang sudah kita miliki, dan apa yang orang lain tidak miliki tetapi ada pada diri kita. Meskipun terlihat mudah, tetapi pada kenyataannya ini adalah hal yang sulit bagi beberapa orang. “Enak banget lu ngomongnya, lu kira gampang?” Hahaha. Pernyataan seperti ini juga banyak. Makanya jangan selalu melihat keatas, sekali-kali melihat kebawah supaya bisa tau rasanya bersyukur. Ketika kita bisa kuliah orang lain gak bisa, ketika kita pengen beli hp ada duit orang lain belum tentu dengan mudahnya beli hp, ketika kita dengan mudahnya mendapat kerja, banyak yang kesulitan mendapat kerja. Heyy, jika kita bisa berpikir seperti itu, apa susahnya kan kita buat bersyukur?

Selain itu, jangan cuma tau berkomentar dan saling balas pamer sana sini (padahal barang-barang pinjeman). Usaha dooong say. Haha. Kamu mau seperti dia, mau travelling kesana sini, mau beli hp iphone, mau kuliah diluar negeri, usaha dong. Jadikan keirian kamu kepada orang lain sebagai cambukan buat dirimu agar bisa mendapatkan apa yang kalian mau. Jangan cuma tau ngeluh. Emang tu iphone datang sendirinya ketika kamu ngeluh? (Iya kalau kamu ngekode/minta sama ortu). Tapi gak semua orang tua kan bisa beliin kalian iphone? Syukur-syukur kalau orang tua masih ada. Yaa mulai sekarang kita kurang-kurangilah mengeluh, kurang-kurangilah mengomentari orang, sewot sana sini. Mulailah dari diri sendiri. Jangan lupa berdoa. Percuma susah payah usaha kalau gak dibarengi dengan doa, ujung-ujungnya gak berkah, jatohnnya balik lagi gak bersyukur.

Jadikan rasa iri kita itu sebagai cambukan buat kita agar kita lebih bersyukur, agar kita lebih berusaha lagi untuk mendapatkan yang kita inginkan, dan lebih menahan diri kita agar tidak berkata negatif dalam bentuk lisan maupun tulisan.

Blog ini saya tulis bukan untuk menggurui atau menyinggung orang lain, tetapi agar kita semua sadar ketika penyakit iri hati itu mulai merusak diri kita. Blog ini juga nantinya akan mengingatkan saya juga ketika suatu saat nanti perasaan iri hati itu ada pada diri saya.



Oke, sekian dari blog pertama saya. Yeey. Semoga bisa bermanfaat bagi pembaca semua. Assalamualaikum 😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ILA'S REWIND 2017

Assalamualaikum semuanyaa.. Semoga kita selalu dalam keadaan sehat dan baik. Well, sekarang sudah tahun 2018 dan saya tidak akan mengucapkan selamat tahun baru karena udah lewat ya sist. Wkwk. Di blog kali ini saya ingin membuat Ila’s rewind 2017 . Telat banget yaa? Tapi gapapa deh biar di tahun-tahun berikutnya saya bisa mengingat apa aja yang terjadi di 2017. Disini saya bukan hanya bercerita, tapi in syaa Allah ada informasi atau mungkin saja manfaat yang bisa teman-teman ambil dari blog ini. So, check this out.. Di awal tahun sampai pertengahan tahun sebenernya gak ada suatu kejadian yang wow banget sih, hanya saja di awal tahun tepatnya di bulan Maret finally menjadi karyawan kontrak setelah sekitar 4 bulan kerja masih dengan status dan gaji harian. Ada apa sih dengan status karyawan harian? Nah status karyawan harian itu, ibaratnya nasibnya di perusahaan itu belum jelas, bisa jadi sewaktu-waktu kalau kerjaan kita jelek atau tidak disiplin, kita bisa diberhentiin da...